Rabu, 17 Oktober 2012

Tahan emosi y Ranians.....

Kami telah mendengar dari sumber terdekat film aiyyaa bahwa sutradara sachin kundalkar menikmati citranya sebagai sutradara peraih national awards, maka dia bersikeras mengediting film dengan cara yang diinginkannya.

seorang pemain penting sangat tertekan dalam kegagalan aiyyaa dimana kundalkar menunjukkan versi yang amat berbeda dari film untuk produsen viaco dan Rani Mukerji dan untuk yang dirilis ke bioskop akhirnya dietid dan dirilis pada jumat.

kata sumber kami : ini adalah adat dan wajib bagi sutradara menunjukkan finasl editing kepada produsen viacom18. itulah sistem pembuatan film di bollywooe. untu lebh baik atau lebih buruk sutradara tidak lagi mempunyai otoritas finas atas sebuah ediitng film. aiyyaa versi yang diperlihatkan pada viacom di hadapan co produser anurag kashyap dan Rani Mukerji (yang notabene sangat aktif dalam pembuatan , produksi, pasca produksi film) SANGAT BERBEDA dengan yang BEREDAR DI BIOSKOP JUMAT KEMARIN.

ketika seorang menekan sumber untuk menentukan perbedaan versi untuk produser dan untuk versi rilis dia mengatakan : UNTUK VERSI PRODUSER jauh lebih pendek dan hanya dua sekitar dua jam. DAN YG DIRILIS dua setengah jam. viacom dan Rani dan semua orang yang terlibat dalam proyek sekrang percaya bahwa film akhirnya melakukan situasi berlarut2 tanpa henti (terlihat boring) dalam versi kundalkar yang akhirnya dilepas ke bioskop tanpa sepengetahuan dan persetujuan produsen."

Ternyata adegan berulang kali rani menguntit pritviraj ditambahkan setelah produsen dan rani melihat versi yang telah diedit.

Pukulan terburuk terjadi untuk aiyyaa di boxoffice adalah dengan tambahan lagu oleh kundalkar di menit akhir.

menurut sumber kami : lagu klimaks what to do telah dikutuk oleh para kritikus dan penonton sebagai interplative, mengganggu, vulgar dan ofensif. sesungguhnya tidak dimasukan dalam film. itu seharusnya menjadi sebuah lagu pendukung promosi saja yang dilakukan anita date dan amey wagh. bagaimana bisa jadi bagian dari film? tidak ada yang tahu.

Kata sumber kami, "Lagu klimaks Apa yang harus dilakukan yang telah dikutuk oleh para kritikus dan penonton sebagai interpolative, mengganggu, vulgar dan ofensif tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi dalam film. Itu seharusnya menjadi sebuah lagu yang menampilkan promosi mendukung film timbal-pair Amey Wagh dan Tanggal Anita. Bagaimana dan kapan menjadi bagian dari film ini, tidak ada yang tahu. "

Rupanya Rani merasa ngeri saat melihat adegannya dipotong direksi saat dirilis.

kata sumber kami : dia sangat tekejut ketika tahu diamsukannya lagu what to do. tapi dia diam saja. karena lagu itu ternyata tidak menampilkannya (mungkin sesuai prediksi aku harusnya adegan rani n prithvi banyak di lagu itu). rani dan produsen telah bertanya2 mengapa lagu promosi ata lagu tambahan masuk ke film ketika ada tiga lagu item yang sengaja disusun oleh amit trivedi dan bahkan menduduki tangga chart lagu. bahkan anita date yang bermain sebagai teman rani sebenarnya hanya memiliki empat adegan dalam versi yang utk produsen. ketika dirilis dia ternyata dimasukan penuh."

Sementara itu Rani dan kepala viacom 18 Vikram Malhotra menahan diri untuk berkomentar, itu jelas bahwa ada substansial kepahitan dan kebencian di antara kru film dimana sang sutradara melakuakn hal2 semaunya sendiri. khususya juga pada akhirnya film mengecewakan.

sumber juga menambahkan : aiyyaa tidak memerikan pukulan untuk produsen tapi untuk Rani Mukerji yang telah mencurahkan seluruh jiwanya dalam proyek itu sangat memukulnya. Satu2nya yg menjadi hiburan adalah aiyyaa lebih baik dari bhoot returns saja"

Ini baru rumors blm tentu benar.....

http://businessofcinema.com/news/rani-mukerjis-aiyyaa-is-not-what-audience-was-supposed-to-see/52333

Tidak ada komentar:

Posting Komentar